Otomotif Terbaru

HR-V Chacha Sherly Ringsek, Seberapa Parah Dampak Kecelakaannya?

HR-V Chacha Sherly Ringsek, Seberapa Parah Dampak Kecelakaannya?

Mantan personel Trio Macan, Chacha Sherly, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lantas lintas di Tol Semarang-Solo KM 428, Senin (4/1/2021) lalu. Mobil Honda HR-V yang ditumpangi Chacha Sherly ringsek tertabrak bus.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP M Adiel Aristo, merevisi pernyataan awalannya bahwa mobil yang ditumpangi Chacha Sherly adalah Honda HR-V, bukan Honda BR-V. Mobil Honda HR-V bernopol S 1180 HW yang ditumpangi Chacha dan sopirnya tertabrak bus di jalur A Tol Semarang-Solo.

Mobil berwarna hitam yang ditumpangi Chacha Sherly itu tampak ringsek di nyaris seluruh bagian. Bagian kap mesin depan masih tampak utuh, tapi di anggota sedang dan belakang mobil ringsek. Nyaris seluruh jok dan aksesoris mobil selanjutnya hancur. Tampak knalpot mobil termasuk rusak. Airbag pun nampak keluar.

Menurut praktisi keselamatan berkendara yang termasuk Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, dilihat dari ringseknya mobil Chacha, mungkin kecelakaan yang terjadi memadai parah. Apalagi, mobil yang ditumpangi Chacha menyeberang ke jalur berlawanan dan ditabrak bus.

“Asumsi mobil korban selip dan berhenti sama sekali tapi di jalur berlawanan, maka besar mungkin tertabrak oleh kendaraan lain di kecepatan sekurang-kurangnya 50 km/jam, telah and ngerem,” kata Sony kepada detikcom, Kamis (7/1/2021).

“Kalau ditanya seberapa parah, jawabannya pasti fatality. Jadi jangan pernah mulai aman berada di jalur raya lebih-lebih tol,” sebutnya.

Dilihat, sebenarnya airbag mobil HR-V yang ditumpangi Chacha mengembang. Namun, Sony mengatakan fitur keselamatan terhadap mobil tidak seutuhnya menanggung keselamatan.

“Safety fitur layaknya safety belt, airbag tidak menyelamatkan. Yang menyelamatkan langkah dan kebolehan pengemudi di dalam berkendara,” katanya.

Apalagi jikalau tidak menggunakan sabuk keselamatan atau safety belt. Maka yang terjadi adalah penumpang di di dalam mobil dapat terlempar sementara terjadi tabrakan.

“Penumpang tidak menggunakan safety belt dan mobil ngerem mendadak/mobil selip, maka penumpang selanjutnya selamanya melaju di kecepatan itu tanpa terikat di bangku. Artinya sekurang-kurangnya tersedia dua unsafe condition yang dialami, terlempar dan tertabrak. Ibarat bola layaknya karambol,” ucap Sony.

 

Comment here