Otomotif Terbaru

Polisi Minta Maaf Atas Kesalahpahaman Penggunaan Decibel Meter

pumarihannacreepers – Polisi meminta maaf atas kesalahpahaman penggunaan peralatan pengukur desibel meter selama serangan emisi kebisingan di jalan. Metode pengukuran ini sebaiknya hanya digunakan selama produksi sepeda motor atau sebelum dijual ke konsumen, dan tidak boleh digunakan pada sepeda motor yang dibeli konsumen.

Polisi Minta Maaf Atas Kesalahpahaman Penggunaan Decibel Meter, Atau Alat Ukur Kebisingan Knalpot Motor

Sebelumnya akun Youtube resmi Siger Gakkum sempat masuk ke akun YouTube Siger Gakkum official melalui video “Tilang Knalpot Racing dan Bising Pakai Alat Ukur”. Disebutkan, pengukuran yang dilakukan dengan cara tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2019.

Namun, setelah menyadari bahwa ada kesalahan, akun tersebut membuat video lain yang menjelaskan bahwa informasi di video sebelumnya salah.

Dalam video yang menjelaskan kesalahan tersebut, Poeloeng Arsa Sidanu, Kepala Cabang Garlom, Kapolsek Lampung Borda, menyatakan bahwa pengukuran dengan meteran decibel tidak berlaku untuk jalanan. Ia mengatakan tidak ada aturan tentang hal itu.

Poeloeng meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena mengunggah video tentang penggunaan decibel meter.

Poeloeng mengatakan dalam videonya: “Saya dan kami dari Siger Gakkum, menyampaikan permintaan maaf kami yang sebesar-besarnya kepada semua orang di jalan dan petugas polisi lalu lintas atas pengukuran kebisingan yang kami sampaikan di konten sebelumnya.” Pada Selasa (6/4) .

Dia menambahkan: “Menurut peraturan menteri, ini tidak berlaku untuk jalan raya. Namun, ini berlaku untuk kendaraan yang akan diproduksi dan dijual kepada konsumen.”

Polisi sering menggunakan decibel meter untuk pengendara sepeda motor halus yang memakai sistem pembuangan bising di jalan. Hal ini juga ditentang oleh masyarakat karena menganggap cara tersebut tidak tepat.

Knalpot yang bising biasanya dianggap sebagai sumber pencemaran suara yang dapat membuat warga tidak nyaman. Hal ini mendorong polisi untuk mengekang penggunaan knalpot yang berisik di jalanan.

Comment here