Otomotif Terbaru

Viral Razia Knalpot Berisik Digeprek Hingga Suruh Dengarkan Sendiri

Viral Razia Knalpot Berisik Digeprek Hingga Suruh Dengarkan Sendiri

Belum lama ini viral di media sosial razia knalpot tak sesuai standar pabrikan di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Sanksinya jadi berasal dari knalpot yang digeprek hingga mendengarkan knalpot sendiri.

Dalam video yang dibagikan account facebook Annisa Zahra nampak beberapa pengguna motor diberhentikan polisi, Minggu (3/1/2020). Tampak dalam rekaman tersebut, tak hanya motor sport fairing, ada termasuk skutik 150 cc yang manfaatkan knalpot racing.

Tapi beberapa yang mengambil perhatian ialah tindakan berbentuk pemukulan knalpot manfaatkan martil oleh seorang pria tanpa seragam polisi, hingga pemilik motor yang dipaksa mendengarkan suara knalpotnya.

Diberitakan detikcom sebelumnya, Kanit Lantas Polsek Lembang AKP Asep Ratman beberapa sementara sebelumnya pihak kepolisian sempat melaksanakan razia kendaraan bersama dengan knalpot bising.

“Sebetulnya tidak ada indikasi balap liar, hanya mereka kebut-kebutan di jalan bersama dengan knalpot motor bising, itu mengganggu kenyamanan. Kita sebelumnya melaksanakan penyekatan di depan Polsek Lembang, untuk mengurangi intensitas komunitas motor melaksanakan kebut-kebutan,” jelasnya.

Lalu pembubaran kerumunan komunitas motor di Rest Area 72 Lembang, udah dilaksanakan beberapa kali bersama dengan permasalahan yang sama, yakni pelanggaran protokol kebugaran dan mengganggu kenyamanan.

“Intensitasnya sebetulnya meningkat sebab komunitas motor ini kerap nongkrong di Lembang sebab sebetulnya salah satu obyek favorit mereka,” tandasnya.

Sebenarnya rujukan tidak manfaatkan knalpot berisik udah ada dalam rujukan pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 tahun 2009 mengenai Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

Dalam ketetapan itu tertulis bahwa batas ambang kebisingan sepeda motor terdiri atas, untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db). Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db.

Jika melebihi ambang batas itu pengendara mampu diakui melanggar sebab knalpot diakui tak laik jalan sesuai bersama dengan UU no.22 tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 285.

“Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak mencukupi beberapa syarat tehnis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman rangkaian ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana bersama dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah),” begitu bunyi aturannya.

 

Comment here